Ruang Perpustakaan Titian Widya Pustaka SMA N 1 Demak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HUT Demak ke 519

Selamat Hari Jadi Kota Demak yang ke 519.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 Juni 2022

Budaya Membaca 10 Menit di Awal Pembelajaran Biologi

 

Oleh : Setyo Nugroho

Awal pembelajaran disekolah umumnya diawali dengan penyampaian materi dan konsep yang harus dipelajari oleh siswa. Informasi ini terkait bagaimana semua perencanaan pembelajaran tentang materi dan konsep pembelajaran harus tersampaikan. Sumber baca buku yang beragam harus diketahui oleh siswa sebagai referensi awal dalam menatap kegiatan belajar mengajar. Peserta didik diharapkan mempunyai kepedulian personal terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

Kurikulum 2013 mengamanatkan pembelajaran yang melibatkan sepenuhnya siswa sebagai subyek pembelajaran, dengan demikian peran aktif siswa untuk dapat menemukan sendiri konsep pembelajaran, mampu memecahkan masalah  atau mampu mengkomunikasikan konsep pembelajaran ini. Pemahaman konsep ini perlu dengan memberikan stimulus literasi, dengan mengharuskan peserta didik membaca lebih awal.

Keterampilan membaca diperoleh melalui membaca karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui membaca. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada ketrampilan menghayati dalam membaca. Ketrampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap  dan mengekplorasi dunia yang ada disekitar lingkungannya dan bermanfaat bagi kehidupannya. Tidak berlebihan kiranya Fieldman (2014) menyebut bahwa “ reading is the heart of education”.

Hasil Studi PISA  yang dilakukan oleh OECD sering dijadikan  sebgai indikator untuk melihat kemajuan pendidikan suatu negara. Hasil studi PISA peserta didik Indonesia usia 15 tahun yang dilaksanakan pada tahun 2012  dan 2015 yang masih rendah dalam bidang literasi sains perlu disikapi oleh semua pihak. Guru sebagai  fasilitator pendidikan mutlak menjadi komponen penting uuntuk dapat mengarahkan peserta didik meningkatkan budaya literasi sains.

Konsep-konsep sains Biologi yang sebagian masih menjadi problematika dalam penyerapan konsep pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep Biologi dikarenakan karena belum mempunyai kecakapan untuk mengidentifikasi konsep konsep dasar Biologi .

Untuk meningkatkan pengetahuan konsep-konsep Biologi yang mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif  perlu dirancang literasi Biologi terprogram. Artinya konsep-konsep yang akan dibaca sebelum kegiatan pembelajaran Biologi dapat diterapkan. Konsep ini dapat dikolaborasikan dengan program literasi sekolah tahunan. Dengan demikian siswa dapat dibiasakan untuk membaca materi Biologi jauh sebelum materi ini tersampaikan. Referensi yang dapat digunakan untuk 10 menit membaca dapat menggunakan laman atau web yang sudah ditentukan, alternatif lain dengan melibatkan peran aktif perpustakaan kelas  dengan pengelolaan buku-buku referensi oleh peserta didik langsung di kelas.

Diharapkan dari kajian ini kemampuan peserta didik akan mengalami peningkatkan  diantaranya : Meningkatnya keaktifan siswa mengkaji konsep-konsep Biologi,Meningkatnya sumber belajar untuk pengayaan konsep-konsep Biologi, dan Menemukan konsep-konsep yang ada pada buku referensi sebagai sumber belajar

Selanjutnya program ini dapat dijadikan sebagai kalender budaya literasi terprogram disekolah, yang pada intinya dapat meningkatkan budaya membaca konsep-konsep Biologi sejak awal penyampaian konsep pembelajaran. Untuk pengembangan budaya membaca 10 menit literasi Biologi ini dapat ditekankan pada pengembangan sumber bacaan di web sehingga siswa dapat memiliki sumber referensi beragam. Referensi sumber bacaan Biologi ini dapat juga dikembangkan program Elearning,E Modul di sekolah dengan banyak menyediakan sumber-sumber baca digital.

Dengan demikian kegiatan 10  menit literasi Biologi dapat meningkatkan penguasaan konsepbiologi untuk mendukung pembelajaran Biologi di sekolah. Kegiatan serupa dapat dipakai untuk pembelajaran mata pelajaran yang lain. Tim Pengembang Literasi sekolah dapat merumuskan program smart ini. 10 menit memang kelihatannya sedikit untuk waktu membaca tetapi akan besar manfaat dan pengaruhnya jika pembiasaan literasi Biologi dapat diterapkan secara kontinyu maka akan menjadi mind setyang baik bagi peserta didik untuk memahami lebih awal konsep-konsep pembelajaran Biologi yang akan dipelajari.